info-pemas.com | Aceh Timur - Sejumlah lahan pertanian di dua Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara terancam tidak bisa dipanen karena minimnya mesin pemotong padi (combine harvester). Hal ini menyebabkan tanaman padi yang sudah memasuki usia panen dibiarkan petani menguning.
Azhar salah seorang petani di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur mengaku sudah beberapa kali mencari mesin pemotong padi (Combine Harvester) untuk memanen padi miliknya yang telah menguning.
Akan tetapi, upaya yang dilakukan Azhar sia-sia, lantaran jumlah mesin yang ada di kawasan tersebut tidak sesuai dengan jumlah lahan yang tersedia (minim).
Akibatnya, ribuan hektare areal sawah milik petani di Kecamatan Madat yang sudah dan mulai memasuki masa panen raya hingga kini belum dipanen.
"Kita sudah mulai merasa khawatir bahkan ada yang merasa kecewa akibat sulitnya mendapatkan mesin pemanen padi itu," kata Azhar saat ditemui Info-pemas.com,Selasa 25/3/2025.
Hal senada juga dituturkan Umar petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara,setiap panen raya pasti kesulitan mencari combine untuk memanen padi. Apalagi jumlah mesin combine sangat minim dan tidak sesuai dengan jumlah lahan yang tersedia.
“Tentu ini akan menyulitkan para petani saat panen raya tiba. Apalagi panen diperkirakan pada Maret hingga April mendatang ,”tuturnya.
Dia mengatakan, petani akan merugi saat memasuki masa panen raya, namun padinya belum bisa dipanen karena tak dapat combine.
Petani tidak memperoleh mesin combine maka terpaksa menggunakan alat pemotong padi manual atau dos herek.
“Kalau tidak mendapatkan combine kami biasanya manual. Meski keuntungan dari memanen padi lebih banyak menggunakan mesin combine,” katanya. (AR)